kamu tau....... ternyata masih ada sisa sisa rindu di sudut sudut hati ku untuk mu
kamu tau...... saat memandang pungung mu di gedung itu, harus ku akui ternyata aku masih mencintai mu tanpa ada perubahan
kamu tau....ternyata ketidakbersamaan tidak berubah rasa ku, masih rasa yang sama untuk mu
terbangun sepanjang malam dan yang pertama yang terfikirkan adalah kamu,
serasa move on itu hanya cita - cita balita yang bisa terwujud saat mereka dewasa.
rasanya sudah capek berdoa, doa agar kamu segera terkubur dalam hatiku,
truss skrg harus bagaimana.... aku lelah... benar benar lelah meminta mu pergi dari hatiku....
ini bukan tali...
yang saat kau gunting bisa langsung putus..
ini bukan lilin...
yang saat kau tiup akan langsung mati
ini bukan api...
yang jika kau siram air akan padam seketika
ini juga bukan lampu...
yang jika kau tekan tombol of akan gelap gulita
ini apa....???
ini hanya perasaan ku padamu....
yang telah kau putus tapi belum pupus juga
yang telah kau hapus tapi belum terlupakan juga
ini hanya perasaan ku padamu....
yang tak pernah berubah dari saat pertama.....
kau tak pernah menentang ku karena kau tak pernah mendengarkan aku
kau tak pernah menuntut ku karena semua sudah cukup bagi mu
kau tak pernah mamusingkan segala sesuatunya...karena semuanya terserah aku
hal hal penting menurutmu merupakan hal yang sangat tidak penting menurut ku
hal hal penting menurutku bukan hal yang penting menurutmu
kau tak pernah mengerti apa yang aku rasa
sikap kekanak kanakan mu yang tak pernah berubah
pola pikir mu yang tidak menunjukan kedewasaan
rasa cemburumu yang sering berlebihan dan tidak pada tempatnya
kadang aku lelah dengan mu
sering aku putus asa karena mu
tapi.....
kau tak pernah melewatkan memeluk ku dipagi hari sebelum aku membuka mata
kau akan memeluk ku erat di pagar rumah setiap aku pulang kerja
kau juga akan memeluk ku saat kita bertemu di dapur....jika libur saat bersamaan maka dapat dipastikan kita akan bertemu puluhan kali di dapur, dan tak ada satupun yg kau lewatkan untuk tidak memeluk ku
jika kau pulang kerja dan aku malas menemui mu, biasanya aku akan pura pura tidur, kau akan masuk kamar, mencium kepalaku 2 kali, memegang dahi ku, memeriksa suhu tubuh ku, menyalakan AC, menyelimutiku dan kemudian mencium kepalaku lagi
setiap aku menganti baju ku, kau akan terpana di sudut tempat tidur dengan mata yang tetap berbinar seperti pertama dulu
saat malam dan aku mulai mengantuk kau akan membersihkan kamar, merapikan tempat tidur, menyiram wangi wangian di tempat tidur, menyalakan AC, karena kau tau aku tak bisa tidur jika spreinya tidak licin.
saat pagi kau akan membangunkan ku dengan lembut, mematikan AC, membuka jendela, menyetel lagu dari handphone mu sampai aku terbangun
setiap hari kau akan menciumku walau tak pernah aku balas
setiap hari kau akan tetap mengatakan cinta padaku walau aku mengatakan sudah tak cinta lagi
kau yang tak pernah berubah....
saat bersama yang paling menyenangkan adalah saat menjelang tidur. saat aq memeluk mu erat dan mulut kecil mu akan berceloteh tentang apa saja yang udah dilakukan sepanjang hari itu.
kadang aku akan terkaget kaget mendengar cerita mu, tak jarang kepolosan mu membuat ku tertawa terbahak bahak.
kadang kau akan menatang ku, apa yang ingin aku dengar darimu, dengan berkata " mama mau aku ceritakan tentang apa? tentang teman teman ku? tentang mainan ku? tentang kegiatan ku?
seperti malam kemarin....kau bercerita bahwa teman sekolah mu nakal, memukul teman mu sampai berdarah, dia teman yang sama yang memukulmu tempo hari.
terus aku bertanya : "apakah kakak pernah memukul teman sekelas?"
kamu menjawab : "tidak dan berkata bahwa dia termasuk anak yang baik dikelas"
hatiku legaaaaaa.........
dan kamu melanjutkan cerita mu, bahwa kamu tidak pernah memukul teman sampai berdarah. cuma memukul biasa aja....
hahahahhahahahha
buliying merupakan bagian dari kehidupan. baik itu secara fisik maupun perkataan. kita tidak bisa selalu menghindarinya, terutama yang perkataan. yang bisa kita lakukan adalah bagaimana cara membela diri atau meminimalkan tindakan buliying. baik menghindari sebagai pelaku maupun korban. sejak bayi kakak sudah kubiasakan untuk bercerita kegiatan apa saja yang dilakukannya hari itu. apakah dia senang atau sedih atau perasaan lain yang dia rasa. jadi aku bisa tau sejauh mana dia merasakan hal hal yang terjadi di lingkungan sekitar. selain itu menumbuhkan rasa percaya diri pada kakak merupakan hal yang penting. syukurlah sampai saat ini belum ada kendala mengenai rasa percaya dirinya, ini di buktikan saat dia berumur 2.5th dan harus mengikuti trial pertama sekolah. mulai hari pertama dia tidak pernah rewel, dan langsung enjoy dengan lingkungan baru. tanpa minta ditemani masuk kelas. dia malah menyuruhku keluar kelas, karena dia merasa sudah besar, biasanya dia menyebut bahwa dia sudah "dewasa" jadi tidak perlu ditemani lagi dikelas. jempol deh buat rasa percaya diri kakak.
nanti....pasti nanti
aku akan menertawakan saat saat ini
saat saat mencintai laki laki yang hanya menjadikan aku bagian dari spontanitasnya saja
menertawakan kekonyolan ku
merindukan seseorang yang telah berhenti merindukan ku
menertawakan sikap udik ku...
yang masih juga belum lupa
nanti...nanti pasti...
aku juga akan menertawakan kebodohan ku
karena baru benar benar merasakan putus cinta tuk pertama kali...
aku juga akan menertawakan kepolosan ku
untuk setiap air mata yang tertumpah...
saat ini aku akan menikmati proses pendewasaan diri
menikmati memori yang melompat lompat di kepala...yang membawa kesedihan
menikmati setiap kerinduan yang mendera
jadi nikmati saja setiap detiknya...... karena nanti aku akan menertawakan ini semua
memberanikan diri kesini.
ternyata baru sampai parkir saja, semua memori tentang kita berhamburan kluar tanpa dapat ditahan
setiap sudutnya seakan menyeret ke masa lalu......
awan mendung langsung bergelayut di hati....
bersiap tuk mengeluarkan sedihnya
dan....
entah kenapa tuhan malah mempertemukan kita
kamu langsung putar balik...
pura pura tak melihat
pura pura membolak balik buku menu
menghindar......kabur.....
terimakasih atas perilakumu..
menjadikan mendung ini hujan....
bening di sudut mata sudah menumpuk....
yang bisa dilakukan adalah mengadu
mengadu pada pemberi rasa
mengadu pada pengatur semua
segera sajadah di bentangkan
dua rakaat tuk ringankan hati....
segalanya ku curahkan
ku adukan bersama dengan air mata yang meminta keluar tanpa bisa ditahan
isak juga belum mau reda
tak pernah meminta rasa ini, juga tak menghendakinya tetap mengendap dalam diri